Sistem egg collection adalah metode pembenihan nila intensif di mana telur yang sudah dibuahi diambil langsung dari mulut induk betina dan ditetaskan secara artifisial (buatan) menggunakan inkubator.
Proses Kunci:
-
Pemijahan Terkontrol: Induk jantan dan betina disatukan di bak pemijahan dalam rasio tertentu.
-
Pengeraman Mulut: Setelah perkawinan, induk betina mengambil dan menyimpan telur yang sudah dibuahi ke dalam mulutnya (mouthbrooding).
-
Pengumpulan Telur: Induk betina ditangkap, dan telur yang sudah dierami sebentar tersebut dikeluarkan secara manual dari mulutnya.
-
Penetasan Buatan: Telur dipindahkan ke inkubator/hatcher khusus. Inkubator ini memastikan telur terus bergerak dengan aliran air dan aerasi yang optimal hingga menetas menjadi larva.
-
Pendederan: Larva yang menetas kemudian dipelihara di bak pendederan dengan manajemen pakan dan air yang ketat.
Keunggulan Utama:
-
Peningkatan Produktivitas: Induk betina lebih cepat kembali siap untuk memijah lagi karena tidak perlu mengerami telur hingga menetas.
-
Kualitas Benih Seragam: Penetasan dan pertumbuhan awal benih dapat dikontrol penuh di lingkungan buatan, menghasilkan benih yang berukuran seragam.
-
Efisien untuk Sex Reversal: Memudahkan pengubahan kelamin (sex reversal) secara massal pada waktu yang tepat, menghasilkan nila monoseks (jantan) yang pertumbuhannya lebih cepat.
Sistem ini berfokus pada efisiensi waktu dan kontrol mutu untuk menghasilkan benih nila unggul dalam jumlah besar.
ALUR PROSES EGG COLLECTION




bagus artikelnya