Stunting, kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik dan kognitif pada anak akibat kekurangan gizi kronis, menjadi momok menakutkan bagi Indonesia. Data prevalensi stunting nasional mencapai 21,6% pada tahun 2021, angka yang cukup tinggi dan perlu diatasi dengan upaya serius.
Di tengah upaya pencegahan stunting, peran konsumsi ikan kian disorot. Ikan, dengan kandungan protein, asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral yang lengkap, bagaikan pahlawan dalam memerangi stunting.

Mengapa Ikan Penting untuk Pencegahan Stunting?
- Sumber Protein Tinggi: Protein merupakan bahan bakar utama untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Ikan kaya akan protein berkualitas tinggi yang mudah dicerna tubuh anak.
- Asam Lemak Omega-3: Kandungan DHA dan EPA dalam ikan sangat penting untuk perkembangan otak dan mata anak. Asam lemak ini membantu meningkatkan fungsi kognitif, memori, dan penglihatan.
- Vitamin dan Mineral Esensial: Ikan kaya akan vitamin D, B12, zat besi, zinc, dan yodium. Vitamin D membantu penyerapan kalsium untuk kesehatan tulang, B12 penting untuk perkembangan saraf dan darah, zat besi mencegah anemia, zinc meningkatkan kekebalan tubuh, dan yodium penting untuk perkembangan otak.
Bagaimana Ikan Mampu Mencegah Stunting?
- Memenuhi Kebutuhan Gizi: Konsumsi ikan secara teratur membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama protein, asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
- Meningkatkan Imunitas: Kandungan vitamin dan mineral dalam ikan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak, sehingga mereka lebih tahan terhadap penyakit infeksi yang dapat menghambat pertumbuhan.
- Mencegah Peradangan Kronis: Asam lemak omega-3 dalam ikan memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu mencegah peradangan kronis, salah satu faktor risiko stunting.
- Meningkatkan Kualitas Tidur: Konsumsi ikan dapat membantu meningkatkan kualitas tidur anak, yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak.
Tips Meningkatkan Konsumsi Ikan untuk Pencegahan Stunting
- Variasikan Jenis Ikan: Sajikan berbagai jenis ikan, mulai dari ikan laut, ikan air tawar, hingga ikan asin, agar anak tidak bosan.
- Olah Ikan dengan Kreatif: Olah ikan dengan cara yang menarik dan lezat agar anak menyukainya. Coba resep masakan ikan yang bervariasi dan sesuai dengan selera anak.
- Buat Jadwal Makan Ikan: Buatlah jadwal makan ikan minimal 3-4 kali seminggu untuk memastikan anak mendapatkan asupan protein dan nutrisi yang cukup.
- Libatkan Anak dalam Memasak: Ajak anak terlibat dalam proses memasak ikan, mulai dari memilih, membersihkan, hingga mengolahnya. Hal ini dapat meningkatkan minat anak terhadap ikan.
- Berikan Contoh yang Baik: Orang tua perlu menjadi contoh yang baik dengan menunjukkan kebiasaan makan ikan yang sehat. Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua mereka.
Kesimpulan
Konsumsi ikan secara teratur memiliki peran penting dalam pencegahan stunting. Dengan kandungan gizi yang lengkap, ikan membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, meningkatkan imunitas, mencegah peradangan kronis, dan meningkatkan kualitas tidur. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan konsumsi ikan dalam keluarga, terutama bagi anak-anak, untuk memerangi stunting dan mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan cerdas.
Mari jadikan konsumsi ikan sebagai kebiasaan untuk mencegah stunting dan mewujudkan generasi penerus yang berkualitas!
Sumber:
- https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2483/stunting-dan-pencegahannya
- https://www.unicef.org/indonesia/id/gizi
- https://rsudashari.pemalangkab.go.id/baca/165/yuk-makan-ikan!-konsumsi-ikan-untuk-mencegah-stunting.html
kunjungi juga : https://www.dejeefish.com
